Sabtu, 08 Februari 2014

My Man and Distance

for every woman who miss her man..


untuk lelaki yang sedang aku rindukan
 

malam ini aku terbangun lagi
entah apa sebabnya sudah beberapa malam aku tiba-tiba terjaga dari tidurku
melihat handphone dan lagi-lagi tidak menemukan sebuah pesan singkat pengantar tidur dari kamu, yang sedang jauh
singkatnya yang bisa aku lakukan hanyalah memandang foto kita yang telah aku bingkai dulu
dan mengingat setiap potongan kenangan yang kita buat bersama
ya, sudah dua tahun aku menjalani hari-hari tanpa-bisa-menggenggam-tanganmu-dengan-bebas
dan kamu tau yang paling menyiksa?
saat tidak ada satu hal apapun yang bisa aku lakukan
tiba-tiba
rindu itu mencengkramku dari belakang, membuatku susah untuk bergerak
membelit leherku, membuatku sesak
membuat mataku panas, dan akhirnya beberapa bulir air mata jatuh
aku merindukanmu, lelaki yang benar-benar aku pasrahkan hatinya pada Tuhan
sudah berkali-kali aku menipu diriku sendiri
mengatakan bahwa aku baik-baik saja tanpa kamu
iya, tanpa bisa memandang matamu dengan bebas
tanpa bisa memintamu menemuiku tiba-tiba dan sejurus kemudian kamu sudah duduk manis sambil meminum secangkir kopi di hadapanku
tanpa bisa memintamu menenangkan aku saat tiba-tiba kondisiku jatuh
iya, saat kita jauh yang bisa aku lakukan adalah membuat diriku jadi pribadi yang kuat
yang bisa menyambut dan tiba-tiba melepas kepergianmu tanpa air mata

aku benar-benar menjadi stalker nomer satu di kehidupanmu
sedangkan sebenarnya tanpa melakukan itu seharusnya aku bisa mendapatkan semua informasi tentang kamu
iya, seharusnya, dan seterusnya menjadi seharusnya sampai saatnya tiba
karena jaraklah tercipta kata seharusnya pada baris itu dan karena ketentuan

hey, lelaki yang sedang membawa hatiku pergi
bagaimana rasanya jauh dari aku?
apa kamu juga merasakan rindu dan perasaan yang sama?
apa perasaanmu sekarang masih sama dengan perasaan yang kamu ungkapkan sebelum keberangkatanmu kala itu?
masihkah kau menyelipkan namaku dalam doamu?
sampai detik ini aku masih menyelipkan namamu ke dalam doaku
meminta Tuhan menjagamu, tidak, Tuhan harus menjagaku juga, atau lebih mudahnya Tuhan harus menjaga kita
jarak kita, tanggal-tanggal spesial pertemuan kita selalu menjadi semangatku untuk terus melakukan yang terbaik setiap hari

lelakiku,
sudah bukan waktunya lagi bagi kita untuk bermain-main
untuk flirting kesana kemari seperti lelaki murahan, atau sebaliknya
untuk mengumbar dan menggoda lawan jenis sedangkan posisinya sudah ada seseorang yang memiliki
untuk tahu malu, dan untuk serius
aku hanya mengingatkan 'kita





banggakan aku ya ..

sincerely,
 
yours
 
P.S : untuk semua perempuan yang memilih memiliki hubungan dengan lelaki yang sedang mengejar 'pendidikannya'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar