17 Januari 2014
Dear my winter,
Apa yang sekarang sedang kamu lakukan di sana?
Sejak tadi sekelebat bayanganmu menghantui tidurku.
Merajuk meminta untuk diingat.
Meskipun setiap hari, sebelum hari ini kita sering bertemu.
Terlalu sering malah, menyebabkan candu.
Atau overdosis?
Yaayaa, overdosis akan cintamu tak ada masalah menurutku.
Tidak menyebabkan kematian, untuk saat ini.
Sekarang aku kecanduan hal lain.
Rindu kepadamu.
Rindu ini sudah berubah layaknya ganja dan sabu-sabu.
Mengganggu hati dan pikiran.
Padahal baru kemarin aku mengantarmu pergi.
Kamu menjemput impianmu, dan aku pun juga begitu.
Beberapa hari lagi, aku juga akan meninggalkan kota tempat kita berjumpa.
Berjanjilah satu hal.
Aku tidak akan memintamu berjanji menjaga sesuatu yang kita tumbuhkan bersama.
Karena suatu saat jika salah satu dari kita sudah tidak peduli, tidak akan ada yang benar-benar bersedih.
Dan tidak ada yang benar-benar berdosa karena tidak menepatinya.
Berjanjilah kepadaku, untuk menjaga kesehatanmu, lahir dan batin.
Agar setiap saat Tuhan menginginkan kita bertemu, kau akan siap tanpa membuatku khawatir.
Aku pun juga begitu.
Jangan lupa makan.
Jangan lupa mengenakan jaketmu kemanapun kamu pergi.
Jangan lupa bertemu Tuhan.
Dan jangan lupa mencintai aku.
Sincerely,
yours.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar